BEM FBS gelar The Overture


Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta (BEM FBS UNY) menggelar Open House lewat sajian bernama The Overture pada selasa (15/05). The Overture sendiri merupakan istilah musik pembuka dalam sebuah orkestra.

Image

Acara yang berlangsung di Stage Tari berhasil memberikan sesuatu yang berbeda. Dengan setting Panggung hasil garapan kawan-kawan seni rupa, penonton dibuat berdecak kagum. “Setting Panggung seperti ini sengaja dihadirkan untuk memberikan kesan minimalis namun mewah.” Jelas Farindo salah satu panitia acara tersebut. Dikatakan minimalis karena pembuatannya hanya menggunakan tali rafia yang mengikat 1 lingkaran besar bak jaring laba-laba. Namun nampak mewah dengan sorotan lampu bak laser.

Ditanya tentang Filosofinya, Arda Sedyoko selaku Ketua BEM FBS 2012 menjelaskan, “Sesuai dengan harapan pada kata Mangayub Bagya Karyaning Karya, kami ingin teman-teman FBS ikut serta berpartisipasi dan berbahagia atas kesuksesan serta  keselamatan atas segala macam kegiatan dan aktivitas BEM FBS 2012.” Ia menambahkan bahwa desain tersebut mencerminkan masyarakat FBS yang multikultural dan tetap bisa bersatu.”

Open House juga dimeriahkan oleh kawan-kawan ormawa lainnya. Malam itu juga, BEM FBS 2012 mempersembahkan lagu berjudul Rahayu lewat balutan music kontemporer. Lagu dengan lirik bahasa jawa tersebut diharapkan mampu menyadarkan pemuda akan pentingnya kearifan lokal. Arda menambahkan bahwa pemilihan lirik lagu tersebut sengaja diambil dalam bahasa jawa dikarenakan factor geografis semata. “Karena kita hidup di Yogyakarta yang berbahasa Jawa jadi kita menyesuaikan.”

Malam itu juga diumumkan juara Footsal (Edsa). Sebelum Open House berlangsung, BEM FBS juga menyelenggarakan kompetisi Footsal untuk ormawa se-FBS dan Jalan Santai. (Fitriananda)

Posted in Uncategorized | 1 Comment

pengumuman pemenang lomba karikatur dan poster DIES NATALIS FBS UNY

kategori karikatur pendidikan

JUARA I ANGGORO ADI NUGROHO (UNY)

JUARA II HARTADI (INSTITUT SENI INDONESIA)

JUARA III ZALZULI FACHRUR (UNY)

JUARA FAVORIT *) ROSANTO BIMA PRATAMA (UNY)

*Juara favorit diambil dari hasil polling “like this” pengunjung pameran

KATEGORI LOMBA POSTER

JUARA I SATRIA AGIL (INSTITUT SENI INDONESIA)

JUARA II DIMAS BRAMASTO (STSRD VISI)

JUARA III NAWUNG ASMORO (UNY)

JUARA FAVORIT HUSNI BRAMANTYO (STSRD VISI0

Selamat kepada para pemenang. terima kasih atas partisipasi peserta. Terus berkarya, berkarya terus!

*) bagi para peserta yang ingin mengetahui list karya yang masuk dalam penjurian dan standing point penilaian, silakan tuliskan email di sini hingga dilayani sampe minggu keempat Desember 2010.

*) bagi peserta yang belum mengambil sertifikat, silakan datang ke gedung PKM (pusat Kegiatan Mahasiswa) FBS dengan terlebih dahulu mengontak CP panitia. Bila terdapat kesalahan nama, Silakan konfirmasi dan kami layani hingga tanggal 24 Desember 2010.

terima kasih. salam budaya!

Posted in BEM FBS, Uncategorized | Leave a comment

DIES NATALIS FBS UNY


DIES NATALIS FBS UNY ke -48

Dalam Rangka Dies Natalis FBS UNY 48 pada 5-11 November, serangkaian acara telah menunggu untuk tancap gas. Masyarakat Indonesia, bersiap-siaplah untuk berpartisipasi.

Kegiatan:
Seminar Nasional Batik
Bazar dan Pameran
nongkrong Bareng Film Indie
Ethnic Fest
Titan (This is the Acoustic Nite)
Temon Mupus (Teater, Monolog, Musik, dan Puisi)
Ngangkring Bareng Pak Dekan
Malam Puncak Dies Natalis FBS UNY ke -48

Kompetisi:
Lomba Karikatur
Lomba Poster
Lomba Cerpen

Posted in Berita, Karyakan Senimu!, Teriakkan Bahasamu! | Tagged | Leave a comment

Lomba Poster BUDAYA 2010


LOMBA BUDAYA

DIES NATALIS FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

TABIK!

PANITIA MEMENUHI PERMINTAAN PESERTA UNTUK MENGIRIMKAN KARYANYA PALING LAMBAT TANGGAL 3 FEBRUARI. JADI, BURUAN KIRIM!!

PENDAFTARAN DAN PENERIMAAN KARYA DAPAT DISERAHKAN LANGSUNG DI GEDUNG PUSAT KEGIATAN MAHASISWA (PKM) KOMPLEKS FBS, UNY KARANGMALANG PADA JAM 09.00 – 21.00 ATAU DIKIRIM VIA POS DI ALAMAT BERIKUT INI:

PANITIA DIES NATALIS FBS UNY

GEDUNG PUSAT KEGIATAN MAHASISWA, KOMPLEKS FBS, UNY, KARANGMALANG, SLEMAN, D.I YOGYAKARTA
JANGAN LUPA KIRIMKAN SOFTFILE KARYA PLUS DESKRIPSI KARYA DI ALAMAT EMAIL YANG TERSEDIA: http://www.diesnatalisfbsuny@rocketmail.com atau http://www.bemfbsuny.berkarya@gmail.com



Kategori A Lomba Poster

B Lomba Karikatur

C Lomba Cerpen

Kategori A LOMBA POSTERBUDAYA

TEMA : DENGAN SENI DAN BUDAYA, TUNJUKAN CINTAMU PADA INDONESIA

Subtema: 1. Batik

2. Permainan daerah

3. Kerajinan daerah

Jadikan batik sebagai identitas berbusana Indonesia, jadikan permainan daerah sebagai nilai pembelajaran anak dalam nilai pendidikan dan kekeluargaan, dan jadikan kerajinan daerah sebagai komoditas utama kemajuan ekonomi bangsa.

Target poster: sasaran utama komunikasi adalah untuk para pendidik, orang tua, pelajar, atau masyarakat luas.

Tujuan poster:

– mengomunikasikan tema,

– menggugah masyarakat untuk menjadi individu/komunitas yang aktif berpartisipasi menjadi agen pelestari budaya dan kesenian,  menghidupkan kecintaan para masyarakat umum akan manfaat kelestarian nilai-nilai budaya daerah

-menggugah masyarakat menjadikan potensi budaya sebagai salah satu komoditas ekonomi masyarakat

Karya peserta akan dipamerkan pada pameran di pekan budaya DIES NATALIS FBS UNY. Poster yang dimenangkan akan direkomendasikan menjadi poster promosi di Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Yogyakarta.

Ketentuan Teknis:

  • Karya dapat berupa hasil fotografi, gambar, design grafis ataupun lukisan. Karya boleh dibuat dengan menggunakan software pengolah gambar atau dibuat secara manual seperti memakai crayon / spidol / pastel / cat air / pensil warna / tinta cina, atau sejenisnya. Pun bisa dibuat dengan mix media (penggabungan kedua poin diatas).
  • Poster dibuat full colour diatas kertas berukuran A3.
  • Jenis kertas bebas, minimal 80 gram.
  • Karya harus disertai judul dan disertai deskripsi poster minimal 150 kata yang ditulis dalam microsoft word

Persyaratan Lomba:

  • Lomba terbuka bagi siswa dan mahasiswa se-Indonesia
  • Mahasiwa yang boleh mengikuti lomba pun termasuk seluruh personil Panitia Dies NATALIS FBS UNY, namun tidak termasuk Dewan Juri Lomba Poster
  • Poster merupakan karya asli 100% buatan sendiri dan tidak memakai elemen yang melanggar hak cipta dan etika pembuatan karya cipta (bukan tiruan atau jiplakan) dan belum pernah dipublikasikan di media massa.
  • karya bisa berupa hasil kerja individual atau kolaborasi dengan mengatasnamakan salah satu individu yang terlibat penuh dan memenuhi persyaratan sebagai peserta,
  • Desain / karya yang dikutsertakan tidak boleh menimbulkan isu  SARA, atau mengandung isi negatif pihak tertentu.
  • Tidak diperkenankan memberi identitas di area desain / karikatur.
  • Poster yang dikirimkan menyertakan identitas peserta lomba : Nama, Asal Kampus, Jurusan, Tempat Tanggal Lahir, nomor yang bisa dihubungi, dan alamat lengkap
  • Karya  yang memenangkan lomba, menjadi hak milik Panitia, dan Panitia berhak mempublikasikan dengan mencantumkan nama peserta.
  • Setiap peserta dapat mengikuti mengirimkan lebih dari satu karya, namun dibatasi maksimal tiga karya.
  • Biaya pendaftaran Rp 10.000,00 fasilitas: sertifikat, snack, stiker, doorprize dan gerai galeri pameran
  • Poster dikirim ke panitia lomba melalui kurir / pos tercatat / diserahkan langsung kepada : Sekretariat Panitia Lomba DIES NATALIS FBS UNY, Komplek FBS Universitas Negeri Yogyakarta, Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa, Karangmalang, Sleman 55718
  • Karya diterima paling lambat pada tanggal 2 November 2010.
  • Soft copy karya yang berformat JPEG dan deskripsi karya di email diesnatalidfbsuny@rocketmail.com dengan subjek: LOMBA POSTER (NAMA PESERTA). Pengiriman paling lambat tanggal 2 November 2010 untuk pembuatan katalog pameran.
  • biaya pendaftaran dapat dibayar langsung di sekretariat panitia di Pusat Kegiatan Mahasiswa Kompleks FBS UNY Karangmalang pukul 09.00-17.00 atau ke rekening BNI cabang UGM Yogya a.n Diyan Fatimatuz Zahro 0172277639 dengan menyertakan slip pembayaran

Kriteria Penilaian

Aspek Penjelasan Aspek Penilaian
Kesesuaian dengan tema Aspek yang diangkat dari tema 40%
Konsep komunikasi dan pesan yang kuat Komunikatif dan memiliki pesan yangkuat, serta mudah dipahami audience 30 %
Kreativitas/ keunikan visual Unik, berbeda dan imajinatif 30 %

Juri Lomba

1. Unsur jurnalis media

2. Unsur  seniman

3. Unsur masyarakat

________________________________________________________________________

Hadiah Pemenang

  • Juara 1,2, 3 mendapatkan uang pembinaan dan trofi

Setiap peserta akan mendapatkan sertifikat

Pengumuman Lomba

Pemenang lomba akan diumumkan pada 5 November 2010 melalui website  www.bemfbsuny.wordpress.com serta via facebook bemfbsuny.berkarya@gmail.com

INFORMASI LANJUT

facebook  bemfbsuny.berkarya@gmail.com

Twitter @lombadiesfbs

Email diesnatalisfbsuny@rocketmail.com

www.bemfbsuny.berkarya@gmail.com

Contact Person Lomba Poster : Ami 087839666690 Anisa 087839006814

 

Posted in Berita, Informasi Komunikasi dan Jaringan, Karyakan Senimu!, Teriakkan Bahasamu! | Tagged | 7 Comments

Syawalan Masyarakat FBS


Senin sore (20/09) pendopo Pusat Kegiatan Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta  ramai oleh sejumlah mahasiswa yang baru saja pulang dari kuliah.  Mereka tampak duduk lesehan melingkar dan saling mengobol akrab. Tak lama kemudian, acara dimulai dengan sambutan dari Andika Rahmadi Putra selaku ketua BEM FBS UNY.  Ternyata kegiatan ini adalah silaturahmi para mahasiswa dan pengurus Ormawa FBS UNY. Idul Fitri memang selalu bisa dijadikan alasan  untuk saling meminta serta memberikan pangestu dan pangapunten.

Uniknya, selain berbagi cerita dan pengalaman selama liburan, mereka juga membawa penganan khas dari berbagai kampung halaman masing-masing. Mencicipi nikmatnya ragam kudapan tradisional Nusantara. Di anataranya adalah Brem khas Madiun, renyahnya Lanting dari Purworejo, Amplang Bangka, hingga Lempok Durian dari Kalimantan.  Setelah semua makanan habis tak bersisa, acara pun diakhiri dengan saling bersalaman.

Posted in Kegiatan | 1 Comment

kenali Musuhmu!


. Mahasiswa harus menjadi lebih Keindonesiaan. Musuhmu bukanlah kelompok seberang. Bila ada sekelompok mahasiswa yang berselisih dengan kelompok mahasiswa kampus lain, itu mahasiswa yang memperlebar konflik. Musuhmu pun bukanlah organisasi faham seberang. Era sekarang bukanlah lagi kompetisi adu idealisme anatar kelompok, namun kompetisi solidaritas di mana ada sharing pemikiran dalam satu organisasi. Organisasi itu media pembelajaran, bukan kekuasaan. Pembelajaran dalam organisasi menghimpun berbagai pemikiran, bukan menghimpun teman untuk sebuah kekuatan.

Kenali Musuhmu. Kapitalisme, liberalisme, konsumerisme, adalah musuh mahasiswa sebenarnya. Industri Karst yang merusak kadar kesehatan masyarakat di Gunung Kidul adalah musuh yang sebenarnya. Pembiaran anak jalanan di trotoar-trotoar adalah musuh yang sebenarnya. Tidak tepatnya cara penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi adalah musuh sebenarnya. Kenaikan harga bahan pokok, formalinasi makanan, perdagangan anak, ketidakadilan hukum pada rakyat kecil adalah musuh mahasiswa sebenarnya. Mereka ingin didengar suaranya dan ingin dibantu solusi.

Febi

Posted in Karyakan Senimu!, Rapat-merapat, Teriakkan Bahasamu!, Uncategorized | Tagged | 1 Comment

Menyadarkan Mahasiswa Era 2000-an



”Hidup Mahasiswa Indonesia! Hidup Mahasiswa Indonesia!”

”Kalianlah agen perubahan!”

”Bangkitlah pembawa peradaban baru!”

”Kita di sini karena Rakyat Indonesia!”

Pada Mei 1998, kata-kata itu selalu dikoarkan berapi-api oleh mahasiswa. Hingga kini, semangat itu selalu ditularkan di saat OSPEK agar setiap generasi mahasiswa merasakan semangat revolusioner dari pahlawan reformasi yang menorehkan sejarah gemilang bagi bangsa ini.Teriakannya menaikkan adrenalin dan menjadi euphoria seolah-olah menjadi mahasiswa adalah sebuah kebanggaan dan kemenangan. Semangat itu menggetarkan dinding GOR UNY. Namun, teriakan-teriakan itu tidak cukup menjamin dapat menggetarkan dinding hati mahasiswa.

Ketika pertama kali mendengar teriakan: ”Kalianlah pembawa peradaban baru!” sekilas pasti ada pertanyaan di benak, Peradaban seperti apa sih yang akan kami bawa?;  ”Kalianlah agen perubahan!” Memangnya Perubahan apa yang menjadi tugas kami?; Hidup Mahasiswa Indonesia!” ”Ya, kami mahasiswa Indonesia, lalu apa hebatnya? Lalu jawaban skeptimisme pun muncul ketika diteriakkan ”Kita di sini karena Rakyat Indonesia!”; Well, kita di sini karena Orang Tua Indonesia! Terpotongnya informasi penting di setiap teriakan membuat teriakan itu hanya menjadi lip service dan menggantung jawaban saja. Dan teriakan itu belum cukup menghentakkan maba seyogyanya untuk mengerti akan arti menjadi mahasiswa. Input teriakan tersebut hanya memberi arti tentang karakter mahasiswa yang memang dikenal berjuang dengan melakukan aksi turun ke jalan. Bila ada permasalahan bangsa, karakter mahasiswa sebagai sang agen perubahan menuntut solusi yang umumnya kontroversial dan—maksimal—melakukan solusi paling umum, ”Turunkan presiden! Turunkan Presiden!”.

Ketika hadir dalam seminar yang membicarakan format baru gerakan mahasiswa, penulis menyaksikan diri bahwa gerakan mahasiswa sekarang hanyalah format lama. Ketika pembicara dari ICW menerangkan tentang kondisi Indonesia menghadapi CAFTA lengkap dengan data grafiknya, seorang mahasiswa beralmamater bertanya (lebih tepatnya berteriak) pada pembicara, ”Mengapa Pemerintah membiarkan hal itu terjadi? Mengapa pemerintah tidak berpihak pada rakyat?!”. Berikutnya, seorang mahasiswa yang hanya berbusanakan kemeja dan celana hitam, dengan suara tenang walaupun tidak bisa mengontrol badannya yang gemetaran, mengajukan pertanyaan: ”Menurut bapak, barang-barang di Indonesia seperti apa ya, yang bersaing untuk diimpor di Cina?” Dua jenis pertanyaan yang kontras ini menggambarkan dua karakter mahasiswa: Yang masih diwarisi karakter feodal dan yang visioner. Gerakan mahasiswa sekarang jangan lagi terlalu berkaca pada masa kejayaan kekuatan mahasiswa 1998 yang lebih condong untuk melakukan aksi demi menuntut perubahan. Seperti yang diutarakan oleh Sosiolog UGM, Ari Sutjito, ”Era mahasiswa angkatan 2000-an adalah mahasiswa yang memberikan solusi, bukan menuntut solusi.”

Kebebasan berkspresi sudah diagung-agungkan di negeri. Jadi mahasiswa tidak perlu mencari identitas lagi untuk menunjukan eksistensi seperti pada era 1998-an. Mahasiswa era sekarang harus mengambil angle baru untuk mencari format gerakan mahasiswa pun berbeda. Sebagai kaum elite intelektual, mahasiswa harus berbeda dengan gaya kebanyakan.  Bila ada sekumpulan mahasiswa yang turun ke jalan dengan berbagai spanduk dan spandeknya, apa bedanya dengan demo aksi buruh atau aksi ibu-ibu? Tidak terkejut bila aksi damai mahasiswa pun belum cukup membuat pemerintah mengubah gerak. Mahasiswa yang aksi jalan hanya menggunakan doktrin, sebagai contoh, tujuh tuntutan, turunkan bla-bla-bla dan sebagainya. Mahasiswa harus memiliki data dan solusi agar pukulan lebih kuat. Tidak cuma menuntut perubahan. Bila mahasiswa melakukan kegiatan dalam organisasi, sebagai contoh, lomba fotografi, lomba kepenulisan, dan pameran, apa bedanya dengan kepanitiaan pada umumnya dan sebuah event organizer? ”Bentuklah kegiatan yang memiliki fungsi guna bagi masyarakat lalu gunakan keilmuan yang dimiliki untuk dekat dengan masyarakat dan didengar oleh birokrasi.”Ari Sutjipto berresolusi. Sebagai contoh, suatu waktu sekelompok kepanitiaan di UIN Sunan Kali Jaga mengadakan lomba mural namun dengan tema ”menolak budaya korupsi.”. Keterampilan untuk berkata-kata dan grafis ditampilkan di sini. Efeknya, masyarakat pun tertarik dan mendukung kegiatan tersebut (begitu juga sponshorship). Tidak menutup kemungkinan pelaku korupsi tersindir pun dengan gambar-gambar tersebut. Jangan hanya berkoar hidup ”Mahasiswa Indonesia!” Dan tentu saja, ”Mahasiswa Profetik!” Bila tidak ada isu yang dibawa untuk menjadi jalan keluar.

Posted in Rapat-merapat, Teriakkan Bahasamu!, Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Penugasan Mahasiswa Baru FBS 2010


Tugas Wajib harian

  1. Snack / bekal
  2. Air minum
  3. Alat ibadah (sholat), wajib membawa sajadah
  4. Obat-obatan pribadi
  5. Alat tulis
  6. Co card
  7. Koran
  8. Slayer Ungu
NO Tanggal Penugasan
Individu Gugus
1. Senin, 2 Agustus 2010
  • Air bersih 1500ml bermerk FBS UNY 2 botol
  • Meresume buku dari Kuntowijoyo, Intelektual Profetik; atau M. Iqbal , Pendidikan Profetik; atau Dwi Budiyanto, Propethic Learning; atau artikel dari internet tentang Profetik/ Pendidikan profetik. Artikel tersebut di print dan diresume sepanjang 1 halaman folio dan ditulis tangan. Pada saat pengumpulan artikel disertakan(dijadikan 1 dengan resume)
    • Bendera ungu ukuran 50×50 cm 4 buah
    • Menghafal lagu risalah Mahasiswa dan Yel-yel
    2. Selasa, 3 Agustus 2010
    • Air bersih 1500ml bermerk FBS UNY 2 botol
    • Menulis opini tentang stan yang menjadi favorit masing-masing di standisasi  display UKM yang bisa diakses mulai tgl 31 Juli 2010 di depan gedung student center (dikumpulkan paling lambat tgl 6 Juli 2010 ke pemandu Fakultas)
    Bendera ungu ukuran 50×50 cm 4 buah
    3. Rabu, 4 Agustus 2010
    • Menulis opininya tentang bentuk kesenian sesuai dengan daerah dari mana rumah adat yang menjadi nama gugus berasal.
    • Membawa kertas HVS A4 warna dan alat mewarnai.
    Membuat peta FBS sekreatif mungkin
    4. Kamis, 5 Agustus 2010
    • 1 potong pakaian bekas layak pakai
    • Menulis opini dengan tema “Kenapa Batik Disahkan sebagai Budaya Warisan Indonesia oleh UNESCO”
    • Membawa spidol warna.
    • Membawa printout motif batik
      • 1 pak buku tulis
      • 1 pak pensil
      • Menyiapkan perform kolaborasi 2 gugus.
    Posted in Uncategorized | Leave a comment

    Dresscode OSPEK MABA FBS 2010


    No. Tanggal Dress code
    1. Senin,2  Agustus 2010 Putra :

    • Kemeja putih panjang
    • Dasi hitam
    • Celana hitam panjang (non jeans)
    • Jas almamater
    • Sepatu hitam
    • Kaos kaki putih

    Putri:

    • Kemeja putih panjang
    • Jilbab putih (bagi yang mengenakan)
    • Rok hitam panjang, non jeans, berbahan nyaman dan fleksibel untuk bergerak dan tanpa belahan
    • Jas Almamater
    • Sepatu hitam
    • Kaos kaki putih
    2. Selasa, 3 Agustus 2010 Putra:

    • KAOS UNY
    • Celana hitam panjang (non jeans)
    • Sepatu bebas
    • Kaos kaki bebas
    • Jas almamater

    Putri:

    • KAOS UNY
    • Rok hitam panjang, non jeans, berbahan nyaman dan fleksibel untuk bergerak dan tanpa belahan
    • Sepatu bebas
    • Kaos kaki bebas
    • Jilbab hitam (bagi yang mengenakan)
    • Jas almamater
    3. Rabu, 4 Agustus 2010 Putra:

    • Kemeja putih panjang
    • Dasi hitam
    • Celana hitam panjang (non jeans)
    • Jas almamater
    • Sepatu hitam
    • Kaos kaki putih

    Putri:

    • Kemeja putih panjang
    • Jilbab putih (bagi yang mengenakan)
    • Rok hitam panjang, non jeans, berbahan nyaman dan fleksibel untuk bergerak dan tanpa belahan
    • Jas Almamater
    • Sepatu hitam
    • Kaos kaki putih
    4. Kamis, 5 Agustus 2010 Putra:

    • Kemeja batik
    • Celana hitam panjang (non jeans)
    • Jas almamater
    • Kaos kaki putih
    • sepatu hitam

    Putri:

    • Kemeja batik
    • Rok hitam panjang, non jeans, berbahan nyaman, fleksibel untuk bergerak dan tanpa belahan
    • Jas almamater
    • Sepatu hitam
    • Kaos kaki putih
    • Jilbab hitam (bagi yang mengenakan)
    Posted in Kegiatan, OSPEK | Tagged | 78 Comments

    Kebenaran berpihak pada kejujuran


    Jumlah kelulusan sebagai tolak ukur kemajuan pendidikan di Indonesia perlu dikaji ulang lagi. Lulus itu macam-macam jalannya. Bukan bermaksud su’udzhon, berbagai soal-soal UN yang pernah dikaji di Reportase Investigasi di TransTV beberapa lalu sudah menjadi bukti bahwa “apapun jalannya, yang penting demi kelulusan.”

    Bapak Pembantu Dekan I, SUhaini M. Saleh pernah berujar tentang pendidikan di Jogja, “Jogja itu kota paling jujur.”, ketika membicarakan tentang presentase ketidaklulusan yang miris di Jogja. Ternyata kejujuran itu terbukti kebenarannya. Kalau Pendidikan di Indonesia buruk, ya jujur aja. Kalau nggak bisa lulus, ya jujur aja nggak lulus.Kalau nggak bisa ngerjain soal, ya jujur aja. Cari jalan yang benar, bukan cari jalan yang gampang.

    Eksternal:


    Hasil SNMPTN Perlu Dicermati Serius

    Ilustrasi: DI Yogyakarta dan DKI Jakarta, yang nilai rata-rata UN-nya rendah, justru paling banyak siswanya yang diterima di PTN lewat jalur SNMPTN.

    JAKARTA, KOMPAS.com — Hasil seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) yang berbanding terbalik dengan hasil ujian nasional (UN) sepantasnya dicermati secara lebih serius. Apalagi jika nilai UN akan dijadikan satu-satunya pertimbangan masuk perguruan tinggi negeri.

    Soal-soal yang dibuat untuk UN dan SNMPTN fungsinya jelas berbeda.
    — Hamid Hasan

    “Harus dievaluasi secara cermat, agar jangan sampai merugikan calon mahasiswa,” kata pakar evaluasi pendidikan, Hamid Hasan, Senin (19/7/2010) kemarin.

    Seperti diberitakan, siswa di Daerah Istimewa Yogyakarta dan DKI Jakarta, yang nilai rata-rata UN-nya rendah, justru paling banyak diterima di PTN lewat jalur SNMPTN. Sebaliknya di Bali, yang nilai rata-rata UN-nya tertinggi, tingkat keberhasilan siswa masuk PTN justru sangat rendah.

    Menurut Hamid, model soal yang diujikan dalam UN dan SNMPTN memang tidak sama. Soal UN lebih banyak bersifat menguji hasil belajar siswa. Adapun soal-soal SNMPTN berupa tes prediktif yang memprediksi keberhasilan seseorang ketika belajar di PTN.

    “Jadi, secara teori, keduanya jelas tidak terkait. Soal-soal yang dibuat untuk UN dan SNMPTN fungsinya jelas berbeda,” ujarnya.

    Oleh karena itu, lanjut Hamid, rencana pemerintah menggunakan hasil UN sebagai satu-satunya persyaratan masuk ke PTN pada tahun 2012 justru sangat berbahaya jika menggunakan model soal sekarang. Akan lebih baik apabila PTN merancang tes khusus untuk masuk PTN yang tidak berbentuk tes hasil belajar, tetapi tes prediktif atau attitude test.

    “Dalam teori pendidikan, tes UN tidak bisa digunakan untuk masuk ke PTN karena nature-nya memang berbeda,” ujarnya. (LUK)

    Posted in Berita | Tagged , | Leave a comment