Ada Gambar Lain di Lukisan Tuhan…


telegraph.co.uk
Bagian lukisan Tuhan karya Michelangelo di kapel Sistine, Vatikan, yang memperlihatkan kesamaan dengan otak manusia.
Bagian dari panel “Memisahkan Terang dari Gelap” karya Michelangelo di Kapel Sistine, Vatikan. Bagian leher hingga gulungan kain di dada diduga sebagai bentuk otak manusia dan saraf tulang belakang.

KOMPAS.com – Lukisan fresco karya Michelangelo di langit-langir kapel Sistine, Vatikan, diduga menyembunyikan gambar lain. Pada salah satu panel yang menggambarkan Tuhan, Michelangelo diduga melukis gambar otak manusia dengan cara disamarkan.

Dalam laporannya di journal ilmiah Neurosurgery Juni 2010, peneliti Ian Suk dan Rafael Tamargo dari Sekolah Kedokteran Johns Hopkins University di Baltimore, Maryland, meyakini Michelangelo melukis otak di dalam gambaran Tuhan, di panel “Pemisahan Terang dari Gelap.” Dalam lukisan itu terlihat Tuhan sedang melayang, namun di bagian lehernya hingga dada terdapat gambaran yang serupa dengan otak dan saraf tulang belakang.

Sebelumnya para pemerhati seni dan sejarawan telah mempertanyakan ketidaklaziman yang dilukiskan Michelangelo pada bagian leher lukisan Tuhan yang terkesan menggelembung dan berwarna lebih gelap.

Gambar dalam fresco itu juga dilukiskan seolah mendapat cahaya dari sisi kiri bawah, namun di bagian leher seperti diberi cahaya langsung. Sebagian orang menilai hal itu sebagai suatu kekeliruan, namun Suk dan Tamargo yakin sang pelukis sengaja melakukan itu untuk menyampaikan pesan tersembunyi.

Dalam laporannya mereka menuliskan, “Apakah Michelangelo dalam puncak kemampuannya sengaja menyampaikan sesuatu yang lain? Kami yakin demikian.”

Dengan membandingkan detail leher “Tuhan” dalam panel lukisan itu dengan foto otak manusia, garis-garis dalam lukisan memperlihatkan bentuk yang sama persis dengan bagian-bagian otak. Selain itu, gulungan kain yang tampak di tengah jubah Tuhan juga terlihat tidak alami. Kain itu seolah terkumpul secara aneh, sehingga mirip saraf tulang belakang manusia yang turun dari batang otak di bagian leher lukisan.

“Sebagai pelukis jenius, ahli anatomi dan orang religius, Michelangelo dengan cerdik menambahkan hal lain dalam gambaran Tuhan di kapel Sistine dengan gambar otak. Dengan cara ini ia merayakan bukan hanya keagungan Tuhan, namun juga ciptaannya yang paling hebat,” tulis keduanya.

Michelangelo dikenal sebagai pelukis, pematung, dan penemu seperti halnya Leonardo da Vinci. Namun ia menyembunyikan minatnya dalam bidang anatomi karena saat itu Paus Julius melarang penggambaran detail anatomi dan bagian tubuh manusia.

Saat mengerjalan lukisan di kapel Sistine, Vatikan, antara tahun 1508 dan 1512, Michelangelo sempat mengalami ketidakcocokan dengan Paus Julius II, dan bahkan menggambarkan dirinya dalam dua lukisan fresco sebagai orang yang tersiksa. Setelah Michelangelo wafat, Paus selanjutnya, Paus Paulus IV meminta agar bagian-bagian vital dalam lukisan ditutupi dengan lukisan daun karena menganggapnya sebagai bentuk ketidaksopanan terhadap kesucian Tuhan.

Adapun temuan ini bukan kali pertama para ahli anatomi menemukan bentuk anatomi yang disembunyikan dalam karya Michelangelo. Tahun 1990, seorang dokter Amerika, Frank Meshberger, mempublikasikan laporan di Journal of the American Medical Association dimana ia menyebutkan adanya gambar potongan melintang otak di panel lain di kapel Sistine, tepatnya di lukisan “Penciptaan Adam.” (dari berbagai sumber)

http://sains.kompas.com/read/2010/06/21/1427124/Ada.Gambar.Lain.di.Lukisan.Tuhan….

Advertisements
Posted in Uncategorized | 1 Comment

Tak Masalah UN Dijadikan Syarat PTN


KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN

Ilustrasi: Rohmat menilai, hasil SNMPTN itu menggambarkan keadaan yang sebenarnya karena Daerah Istimewa Yogyakarta sejak dulu selalu meraih nilai tinggi pada UN dan hasil ujian tulis SNMPTN.

JAKARTA, KOMPAS.com — Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, yang juga Bendahara SNMPTN 2010, Rohmat Wahab, mengatakan, tidak masalah jika hasil ujian nasional (UN) menjadi satu-satunya pertimbangan masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Namun, nilai UN di setiap daerah harus dikoreksi terlebih dahulu terutama nilai di daerah yang “hitam” dan “putih”.

Nilainya harus dikonversi dulu karena pasti tidak sama nilai 9 di daerah “hitam” dengan nilai 9 di daerah “putih”.
— Rohmat Wahab

“Nilainya harus dikonversi dulu karena pasti tidak sama nilai 9 di daerah ‘hitam’ dengan nilai 9 di daerah ‘putih’. Daerah hitam adalah daerah yang sering dituding terjadi kebocoran soal, sedangkan daerah putih adalah daerah yang kejujuran UN-nya relatif tinggi,” kata Rohmat, Senin (19/7/2010).

Rohmat menilai hasil SNMPTN itu menggambarkan keadaan yang sebenarnya karena Daerah Istimewa Yogyakarta sejak dulu selalu meraih nilai tinggi pada UN dan hasil ujian tulis SNMPTN.

“Tidak tahu kenapa, hasil UN tahun ini di Yogyakarta rendah,” kata Rohmat.

Seperti diberitakan sebelumnya, pakar evaluasi pendidikan Hamid Hasan mengatakan, hasil SNMPTN yang berbanding terbalik dengan hasil UN sepantasnya dicermati lebih serius. Apalagi jika nilai UN akan dijadikan satu-satunya pertimbangan masuk PTN.

“Harus dievaluasi secara cermat agar jangan sampai merugikan calon mahasiswa,” kata Hamid Hasan, Senin kemarin. (LUK)

diambil dari http://edukasi.kompas.com/read/2010/07/20/10181123/Tak.Masalah.UN.Dijadikan.Syarat.PTN

Posted in Berita | Leave a comment

Launching dan Pelantikan LIMLARTS


Bertempat di Student Center (1/6/2010), LIMLARTS (Lingkar Ilmiah Mahasiswa “Language and Arts”) menyelenggarakan launching atas keberadaannya sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa tingkat Fakultas yang bergerak di bidang penelitian. Pembantu Dekan III, Herwin Yoga Wicaksono, resmi membuka dan meluncurkan LIMLARTS ditandainya pemotongan tumpeng yang didampingi pula oleh wakil Ketua BEM FBS, Hamdan Nugroho.

Performa karya mahasiswa FBS memang aktif di atas panggung yang dibuktikan dengan banyaknya penyelenggaraan kegiatan di bidang seni dan musik FBS di setiap bulannya. Sayangya, kekreatifan dan prestasi mahasiswa dalam karya seni dan budaya tidak diseimbangan dengan aktifnya performa mahasiswa di bidang penelitian. Herwin Yoga Wicaksono menuturkan, “Minat kepenelitian di FBS hanya dimiliki oleh 10% jumlah mahasiswa dan jangka penulisan skripsi mayoritas mahasiswa semester akhir menghabiskan rata-rata 1 tahun masa kuliah karena kesulitan di bidang kepenulisan ilmiah.” Keberadaan wadah ini menjadi langkah awal FBS yang memunculkan karya-karya ilmiah di bidang seni dan bahasa yang bekompeten dan berbobot. Sebagai masyarakat akademis, sudah selayaknya jika mahasiswa mengembangkan jiwa dan pola pikir keilmiahan disamping berkarya sehingga ada pemberdayaan dan warisan ilmu yang berguna untuk dunia akademisi dan masyarakat.

Sebelumnya, kegiatan kepenelitian mahasiswa di FBS dinaungi oleh Departemen Riset dan Penelitian Badan Eksekutif Mahasiswa FBS. Dengan adanya inovasi konsep independensi dalam wadah ini, Ihsan Ismail dari Jurusan Sastra Inggris ditunjuk menjadi ketua umum yang pertama. Launching dan pelantikan ini juga disaksikan oleh UKMF penelitian dari F-MIPA, FIP, FT, dan FISE.

Posted in Kegiatan | Leave a comment

Ngangkring Bareng Pak Dekan


Pada 31 Mei 2010, Pendopo Tejo Kusumo disulap menjadi tempat nongkrong lengkap dengan gerobak angkringan yang melayani para penikmat nasi kucing. Kain batik yang menjadi dekorasi tirai di setiap sisi pendopo menambah keartistikan suasana. BEM Fakultas Bahasa dan Seni pada saat itu menyelenggarakan acara “Ngangkring Bersama Pak Dekan” dengan menghadirkan bapak dekan, Dr. Zamzani dan Pembantu Dekan III, Herwin Yoga Wicaksono.

Kegiatan ini merupakan agenda BEM FBS untuk mendekatkan mahasiswa dengan birokrasi. Menurut Ketua BEM FBS 2010-2011, Andika Rahmadi Putra, ”Acara ini diselenggarakan sebagai respon dari hasil angket yang diberikan mahasiswa pada waktu sebelumnya berkenaan tentang fungsi keberadaan birokrasi bagi mereka.”. Dengan membawa konsep acara yang didesain sederhana dan khas Jogja ini, komunikasi dan keakraban antara mahasiswa dan dekanat dapat terjalin seperti layaknya obrolan biasa. Acara yang membawa jargon “Salam Nangkring: Mak nyuus!” ini diisi dengan dialog perihal perubahan peta gedung kuliah FBS, pelayanan akademik mahasiswa dan konsep OSPEK Mahasiswa Baru 2010. “Sudah sepatutnya mahasiswa bisa mengenal birokrasi lebih dekat karena lemahnya hubungan antara mahasiswa dan dekanat berdampak pada lemahnya respon birokrasi menanggapi permasalahan akademik di lapangan dan tidak efektifnya pelayanan dekanat kepada mahasiswa.”, kata Dr. Zamzani.

Malam itu juga menjadi malam perkenalan ormawa baru di FBS, Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) FBS dan Lingkar Ilmiah Mahasiswa “Language and Arts” (LIMLART). Disaksikan oleh dekanat dan mahasiswa, BEM FBS juga mencanangkan hari Batik dengan mewajibkan warga FBS untuk mengenakan batik setiap hari Kamis. (febi)

Posted in Kegiatan | Leave a comment

OSPEK FBS: Lihatlah Lebih Dekat


Ada yang menggelitik ketika istilah profetik muncul dan menjadi istilah yang membudaya di kampus ini. Seperti yang dilansir pada RemaPost edisi 3/Tahun IV/Juni 2010, berbagai pro dan kontra masih muncul ketika profetik menjadi tema besar OSPEK REMA yang memayungi OSPEK di setiap fakultas. Aksi kontradiktif yang paling mencolok ditunjukkan oleh FBS yang mengambil tema yang tidak sesuai dengan redaksional tema besar OSPEK REMA, Ospek FBS: Religius, Cerdas, dan Kreatif. Mengapa begitu lugasnya Forum mahasiswa di FBS mengambil jalan ini?

Redaksional Kata ”Profetik”
Profetik, istilah yang berkembang sebagai solusi pembenahan karakter, tentunya menjadi ide yang menghembuskan harapan baru untuk menjawab permasalahan moral di Indonesia. Nilai transendensi (keimanan kepada Tuhan), humanisasi (memanusiakan manusia), dan liberalisasi (pembebasan terhadap kesewenang-wenangan) menjadi prinsip dikoar-koarkan dalam ide Kuntowijoyo ini. Mencari kesalahan dalam ide ini tentu akan menyita banyak waktu. Namun, ketika konsep ini turun langsung dengan wujud konsep perkenalan untuk mahasiswa baru, dua tanggapan menuai dua sisi kontras. OSPEK, Orientasi dan Pengenalan Kampus menjadi salah satu media pengenalan konsep nilai ini. Seperti yang dilansir oleh Diar, Ketua Ospek REMA 2010, ”Ospek tidak hanya mengenalkan kampus kepada Maba dalam bentuk fisik, namun juga ada transformasi nilai agar tercipta OSPEK yang Ideal.” Setiap fakultas diharapkan memasukkan kata profetik, konsep nilai yang ditransfer pada maba, dalam tema OSPEK fakultas. Diar menganalogikan pentingnya sebuah istilah seperti halnya pentingnya istilah ”gravitasi”. Newton menemukan fenomena kekuatan alam ketika apel jatuh ke arah bumi. Kekuatan bumi tetaplah kekuatan bumi namun Newton memberi nama ”gravitasi” agar semua orang mampu mengenal ”kekuatan” itu dan mengaplikasikannya pada setiap kasus.
Di sisi lain, Habibi, Ketua OSPEK FBS 2010 berpendapat, ”alangkah baiknya menggunakan konsep ide yang dikemas dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti.”, tuturnya, ”Yang mudah dimengerti akan mudah diterima. Yang mudah diterima akan mudah diaplikasikan.”
Nabi sudah barang tentu memiliki sifat religius, cerdas, dan kreatif. Namun, ”istilah profetik memiliki penjabaran yang lebih luas”, Ujar Diar. Profetik memang bisa mencangkup berbagai sifat kenabian yang lebih dari sekedar religius, cerdas, dan kreatif. Namun, OSPEK akan mendapatkan tugas berat untuk membuktikan bahwa nilai profetik seluruhnya dapat tertanam pada maba hanya dalam jangka tujuh hari. Alih-alih menggunakan istilah yang memiliki tujuan yang terlalu luas, mengambil elemen-elemen profetik yang lebih spesifik akan membuka peluang harapan yang lebih besar demi keberhasilan output OSPEK: mahasiswa religius, cerdas, dan kreatif.

Pendidikan Karakter yang berkarakter Bahasa dan Seni

Fakultas Bahasa dan Seni adalah kampus yang berkutat pada ilmu yang mengkaji hasil pemikiran manusia dalam bentuk budaya. Jadi, setiap individu tentunya sangat akrab dengan berbagai faham, konsep nilai, pandangan hidup yang ada di dalam masyarakat. Perbedaan ini adalah warna yang menjadi karakter FBS yang humanis, memanusiakan manusia. Mengakui kebebasan setiap individu dalam berkeyakinan dan memandang hidup, serta memperlakukan perbedaan sebagai karakter manusia yang mesti dihargai adalah wujud dari humanisme. Hal ini berakar dari hakekat manusia dewasa yang telah bisa menentukan jalan pikiran dan hidupnya sendiri. ”Mahasiswa harus cerdas untuk menentukan arahnya sendiri, bukan waktunya lagi untuk diarahkan”, tutur Habibie.” Dalam Ospek, mereka lebih dilatih untuk bisa sadar tentang bagaimana mereka memenuhi kebutuhan mereka sendiri, sehingga mereka dituntut kreatif dalam mengatasi permasalahan dan mampu mengekspresikan pemikiran dan karyanya sesuai apa yang diyakininya.”, jelasnya. Inilah inti humanis yang ditunjukan pada tema FBS.
Itu artinya, OSPEK FBS mengambil jalan tengah untuk tidak melakukan ”pencekokan” idealisme dalam roh kegiatan-kegiatannya. Namun, menurut Diar, ”Selama itu berdampak positif, pemasukan idealisme itu sah-sah aja. Ini hanya persoalan paradigma saja yang telah menganggap idealisme itu sesuatu yang buruk.”

Konsep Acara Ospek FBS
Ospek FBS menonjolkan sisi humanis dari konsep acara yang menyenangkan. Ospek tidak dipenuhi dengan tugas yang memberatkan dan menyita ”hidup” maba, namun dialihkan dengan tugas yang menonjolkan kerjasama dan kekreatifan kelompok. Kegiatan yang menunjukan kearifan budaya lokal dan mampu mencetak rekor sedang dirancang di atas setiap kertas notulen rapat panitia.
Di sisi ketertiban, pembentukan kebiasan disiplin maba dengan hukuman fisik dan mental bukanlah karakter OSPEK FBS. Maba harus menyadari kesalahannya sesuai dengan peraturan dan norma yang berlaku. Pun maba ikut dilibatkan dalam menentukan cara pengungkapan penyesalan (bukan hukuman.red) atas pelanggaran yang dilakukannya.
OSPEK FBS juga merencanakan tentang kegiatan yang bisa mendekatkan maba dengan civitas fakultas. Hubungan antara jajaran dekanat dan berbagai ormawa itu penting agar komunikasi yang santun dan akrab dapat terjalin sedari awal. Mahasiswa harus akrab dengan lingkungan FBS, baik segala fasilitas fisik dan non-fisik di dalamnya karena, selama 4-5 tahun, di kampus inilah mereka berkembang menjadi manusia akademis.

OSPEK FBS bukan bermaksud ekstrim dengan memotong jalan yang telah dikaji bersama dengan mengambil jalan yang berbeda. Jalan tidak seluas gang senggol yang hanya dimiliki oleh satu sudut pandang. Kepanitiaan ini justru mencoba untuk merangkul segala perbedaan dalam satu jalan yang sama: profetik-dengan-berbagai-namanya yang berperan dalam membentuk karakter bangsa.
Semoga Sukses OSPEK UNY 2010!!! (bee)

Posted in Teriakkan Bahasamu! | 4 Comments

GBHO FOM FBS UNY 2009


GARIS-GARIS BESAR HALUAN ORGANISASI (GBHO)

FORUM ORGANISASI MAHASISWA

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2009

BAB I

PENDAHULUAN

Pasal 1

Garis-garis Besar Haluan Organisasi FOM FBS UNY merupakan rumusan konseptual mengenai kebijakan dan arahan kerja Organisasi Mahasiswa (Ormawa) FBS UNY sebagai perwujudan aspirasi mahasiswa FBS UNY

Pasal 2

Landasan Garis-garis Besar Haluan Organisasi adalah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang telah ditetapkan dalam Sidang Umum FOM FBS UNY

BAB II

VISI DAN MISI

Pasal 3

Visi

Mewujudkan kampus yang berbudaya, humanis, dinamis, demokratis, profesional, mandiri dan religius

Pasal 4

Misi

  1. Mengembangkan iklim masyarakat kampus yang sinergis, berdisiplin, dan berbudaya
  2. Mengembangkan kehidupan kampus yang demokratis berbasis intelektual dan religi
  3. Mengembangkan potensi mahasiswa FBS UNY dengan mengoptimalkan peran dan fungsi Ormawa
  4. Menciptakan suasana yang kondusif dan dialogis antar ormawa, dan antara ormawa dengan birokrasi

BAB III

MODAL KEGIATAN FOM FBS UNY

Pasal 5

Modal FOM FBS UNY

  1. Modal dasar adalah seluruh potensi sumber daya mahasiswa yang mendukung pelaksanaan kegiatan Ormawa FBS UNY
  2. Modal pendukung terdiri dari :
    1. Keuangan yang diperoleh dari dana kemahasiswaan FBS UNY dan sumber-sumber lain yang sah
    2. Fasilitas yang disediakan oleh FBS
    3. Hubungan serta antara Ormawa FBS dengan lembaga-lembaga lain di luar FBS

BAB IV

ARAH KEBIJAKAN

Pasal 6

Kebijakan Jangka Panjang

  1. Meningkatkan kemandirian organisasi mahasiswa berdasarkan asas dari, oleh dan untuk mahasiswa
  2. Meningkatkan kegiatan mahasiswa yang terintegrasi, komprehensif, berkesinambungan, dan berorientasi pada kaidah-kaidah keilmuan
  3. Meningkatkan wawasan sosial kemasyarakatan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat.
  4. Meningkatkan wawasan politik sebagai upaya peningkatan pemahaman politik mahasiswa
  5. Menjadikan FBS UNY sebagai salah satu pusat studi kebudayaan dan tempat yang kondusif bagi peningkatan kreativitas mahasiswa
  6. Meningkatkan upaya untuk menjadikan FBS sebagai pusat kajian budaya
  7. Meningkatkan kesadaran mahasiswa akan peran dan fungsinya sebagai kaum intelektual

Pasal 7

Kebijakan Jangka Pendek

  1. Menetapkan organisasi mahasiswa sesuai dengan fungsi dan peranan secara optimal
  2. Meningkatkan partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan kemahasiswaan
  3. Meningkatkan pola kehidupan organisasi yang terbuka, kekeluargaan, kemitraan, dan memiliki pola operasional yang sistematik
  4. Mengembangkan program-program yang berorientasi pada terbentuknya sumber daya manusia yang kompetitif dan kooperatif
  5. Memperjuangkan kepentingan mahasiswa secara objektif
  6. Mengembangkan kultur ilmiah dan intelektual sebagai upaya penyadaran akan eksistensi mahasiswa
  7. Meningkatkan respon mahasiswa dalam menyikapi wacana-wacana terbaru
  8. Membangun kemitraan dan jaringan dengan organisasi-organisasi di luar FBS UNY
  9. Memperbaiki sistem pengelolaan kaderisasi ormawa FBS dalam rangka peningkatan kualitas dan kuantitas kader ormawa FBS

BAB V

ARAHAN TUGAS PENGURUS ORMAWA

Pasal 8

  1. Ketua :
    1. Bertanggungjawab atas semua kegiatan baik internal maupun eksternal
    2. Mengkoordinasi semua kegiatan yang telah direncanakan
    3. Mengambil kebijakan yang dianggap perlu bagi berlangsungnya kinerja organisasi

  1. Wakil ketua :
    1. Menggantikan tugas ketua apabila ketua berhalangan
    2. Bersama ketua bertanggungjawab terhadap fungsi internal lembaga
    3. Bertanggungjawab atas terciptanya soliditas internal lembaga

  1. Sekretaris :
    1. Bertanggungjawab atas kegiatan administrasi kesekretariatan

  1. Bendahara :
  2. Bertanggungjawab atas administrasi keuangan organisasi

  1. Komisi, Departemen, Bidang, dan Divisi :
    1. Bertanggungjawab atas pelaksanaan program kerja komisi, departemen, bidang atau divisi
    2. Meningkatkan profesionalitas staf atau anggotanya

BAB VI

PENUTUP

Pasal 9

  1. Garis-garis Besar Haluan Organisasi ini hanya bisa diubah dalam Sidang Istimewa atau Sidang Umum FOM FBS UNY
  2. Ketetapan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan

Ditetapkan di : IKM 206 FBS Barat UNY

Hari, tanggal : Minggu, 11 April 2010

Pukul : 21.12 wib

Pimpinan Sidang Tetap,
Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris,
Tri Aji Budi Harto Yusnida Nur Aziza Siti Marlina
NIM 08205241037 NIM 08201241035 NIM 08205244052

Posted in GBHO FOM FBS UNY 2010 | Leave a comment

ART FOM 2010


ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART)

FORUM ORGANISASI MAHASISWA

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2010

BAB I

KEANGGOTAAN

Pasal 1

Hak dan kewajiban

  1. Hak anggota

Anggota mempunyai peran dalam menentukan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan organisasi mahasiswa di FBS UNY

  1. Kewajiban Anggota :
  2. Setiap anggota wajib menaati ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga  FOM FBS UNY
  3. Setiap anggota wajib menjaga nama baik FOM FBS UNY

Pasal 2

Sanksi

  1. Segala pelanggaran terhadap kewajiban anggota FOM FBS UNY dikenakan sanksi berupa:
    1. Peringatan
    2. Skorsing
    3. Dikeluarkan dari keanggotaan FOM FBS UNY
    4. Sanksi diberikan secara bertahap dan setiap anggota yang dikenai sanksi b dan c pada ayat 1, kehilangan haknya sebagai anggota FOM FBS UNY
    5. Pemberian sanksi ditetapkan dalam Sidang Umum atau Sidang Istimewa FOM FBSUNY melalui mekanisme pleno

Pasal 3

Hilangnya Status Keanggotaan

Status keanggotaan FOM FBS UNY hilang apabila yang bersangkutan

dikeluarkan oleh Sidang Umum atau Sidang Istimewa FOM  FBS UNY atau menyatakan keluar dari FOM FBS UNY secara tertulis

Pasal 4

Pembelaan dan atau Pemulihan Status Keanggotaan

  1. Setiap anggota yang kehilangan status keanggotan berhak mengajukan dan mendapatkan pembelaan dalam Sidang Umum atau Sidang Istimewa FOM FBS UNY
  2. Pembelaan dan atau pemulihan status keanggotaan dilakukan dalam Sidang Umum atau Sidang Istimewa FOM FBS UNY melalui mekanisme pleno

BAB II

KEDUDUKAN, FUNGSI, DAN TUGAS KOMPONEN FOM FBS UNY

Pasal 5

Kedudukan

  1. DPMF, BEMF, dan UKMF berkedudukan di tingkat fakultas
  2. HIMA berkedudukan di tingkat jurusan dan atau program studi

Pasal 6

Fungsi

  1. DPM FBS UNY berfungsi:
  2. Sebagai lembaga yang memiliki fungsi pengawasan di tingkat fakultas
  3. Sebagai lembaga yang memiliki fungsi penganggaran di tingkat fakultas
  4. Sebagai lembaga yang memiliki fungsi pembuat peraturan di tingkat fakultas
  5. Sebagai lembaga yang memiliki fungsi Advokasi di tingkat fakultas
    1. Sebagai fasilitator dalam penyelenggaraan persidangan FOM FBS UNY

  1. BEM FBS UNY berfungsi:
    1. Sebagai pelaksana kebijakan Organisasi Mahasiswa di tingkat fakultas
    2. Sebagai lembaga yang  meningkatkan kemampuan akademik, nonakademik dan kemandirian mahasiswa di tingkat fakultas
      1. Sebagai lembaga pengambil kebijakan internal di tingkat fakultas
      2. Sebagai lembaga yang melakukan pencerdasan sosial politik mahasiswa FBS UNY

  1. HIMA berfungsi:
  2. Sebagai lembaga penggali, penampung, dan penyalur aspirasi mahasiswa di tingkat jurusan dan atau program studi
  3. Sebagai lembaga yang meningkatkan kemampuan akademik dan  non akademik mahasiswa di tingkat jurusan dan atau prodi
    1. Sebagai lembaga pengambil kebijakan internal di tingkat jurusan dan atau prodi
    2. Menjalankan fungsi-fungsi yang disepakati dalam Sidang Umum HIMA

  1. UKMF berfungsi:
  2. Sebagai lembaga penyelenggara kegiatan yang dapat mengembangkan minat dan bakat mahasiswa sesuai dengan karakteristik lembaganya
    1. Menjalankan fungsi-fungsi lain yang disepakati dalam Sidang Umum UKMF

Pasal 7

Tugas

  1. DPM FBS UNY bertugas:
  2. Melaksanakan hasil-hasil keputusan dan ketetapan Sidang Umum FOM FBS UNY
  3. Mengawasi kinerja BEM dan Hima FBS UNY
  4. Meminta laporan perkembangan BEM dan Hima FBS UNY dalam Sidang Tengah Periode
  5. Meminta pertanggungjawaban ketua Hima pada Sidang Umum Hima masing-masing
  6. Meminta pertanggungjawaban ketua BEM FBS UNY dalam Sidang Umum FOM FBS UNY
  7. Menggali, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa FBS
  8. Menjadi fasilitator dalam penyelesaian masalah organisasi mahasiswa dan permasalahan akademik di tingkat fakultas yang berkaitan dengan mahasiswa
  9. Menyampaikan Laporan Pengantar Tugas (LPT) atas segala kebijakan legislatif dalam Sidang Tengah Periode dan Sidang Umum FOM FBS UNY
  10. Memfasilitasi penyelenggaraan persidangan FOM FBS UNY
  11. Fungsi penganggaran dan pembuat peraturan

  1. BEM  FBS UNY bertugas :
  2. Melaksanakan hasil–hasil keputusan Sidang Umum FOM FBS UNY yang telah disahkan.
  3. Melaksanakan program kerja yang dibuat oleh BEM FBS UNY
  4. Melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh DPM FBS UNY
  5. Menciptakan suasana yang sinergis bagi terselenggaranya kegiatan peningkatan kreativitas dan intelektual mahasiswa
  6. Melaporkan perkembangan BEM FBS UNY pada Sidang Tengah Periode dan melaporkan pertanggungjawaban BEM FBS UNY pada Sidang Umum FOM FBS UNY
  7. Menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa

  1. UKMF bertugas:
  2. Menyelenggarakan kegiatan yang dapat mengembangkan minat dan bakat mahasiswa sesuai dengan karakteristik lembaganya
  3. Bersinergi bersama ormawa lain di FBS UNY dalam mewujudkan visi dan misi FOM FBS UNY

  1. HIMA bertugas :
  2. Menggali, menampung, dan menyalurkan aspirasi mahasiswa di tingkat jurusan dan atau program studi
  3. Melaksanakan program kerja yang dibuat oleh HIMA masing-masing
  4. Bersinergi bersama ormawa lain di FBS UNY dalam mewujudkan visi dan misi FOM FBS UNY
  5. Menggali dan memfasilitasi pengembangan bakat dan kemampuan mahasiswa sesuai karakteristik keilmuannya.

BAB III

TATA HUBUNGAN

Pasal 8

  1. Hubungan DPMF kepada BEMF bersifat instruktif koordinatif
  2. Hubungan DPMF dan BEMF kepada hima bersifat instruktif koordinatif
  3. Hubungan UKMF dengan DPMF, BEMF, dan HIMA bersifat koordinatif

BAB IV

KEANGGOTAAN, KEPENGURUSAN, DAN MASA KEPENGURUSAN KOMPONEN FOM FBS UNY

Pasal 9

Keanggotaan

  1. Keanggotaan DPMF adalah:
    1. Jumlah keanggotaan DPMF adalah 22 orang
    2. Personal yang terpilih sebagai anggota DPMF FBS dalam Pemilwa di tingkat jurusan
    3. Keanggotaan DPMF berasal dari utusan HIMA dan UKMF FBS UNY yang masing-masing berjumlah 2 orang
    4. Apabila jumlah kursi keanggotaan DPMF belum terpenuhi, maka mekanisme selanjutnya diserahkan pada ketua DPMF
    5. Keanggotaan BEMF adalah seluruh mahasiswa FBS UNY
    6. Keanggotaan HIMA adalah seluruh mahasiswa di tingkat jurusan dan atau program studi yang bersangkutan
    7. Keanggotaan UKMF adalah mahasiswa FBS UNY yang memenuhi syarat yang ditentukan oleh UKMF yang bersangkutan

Pasal 10

Kepengurusan

  1. Kepengurusan DPMF meliputi Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan komisi-komisi
  2. Kepengurusan BEMF meliputi :
    1. Susunan kepengurusan BEMF sekurang-kurangnya terdiri atas Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan departemen-departemen
    2. Kepengurusan BEMF dipilih oleh Ketua BEMF terpilih
    3. Kepengurusan HIMA dan UKMF :
      1. Kepengurusan HIMA diserahkan kepada mekanisme HIMA yang bersangkutan
      2. Kepengurusan UKMF diserahkan kepada mekanisme UKMF yang bersangkutan

Pasal 11

Masa Kepengurusan

  1. Kepengurusan Organisasi Mahasiswa dalam FOM FBS UNY adalah satu masa kepengurusan
    1. Satu masa kepengurusan adalah satu tahun

BAB V

Struktur Organisasi

Pasal 12

Struktur organisasi mahasiswa FOM FBS UNY adalah sebagai berikut :

BAB VI

JENIS DAN FUNGSI SIDANG FOM FBS UNY

Pasal 13

Sidang Umum

  1. Sidang Umum merupakan sidang yang diselenggarakan oleh FOM FBS UNY pada akhir masa kepengurusan untuk :

  1. mendengarkan laporan KPU FBS UNY
  2. Mendengarkan dan mengesahkan LPJ BEM FBS UNY
  3. Mengevaluasi dan menilai kinerja BEM FBS UNY
  4. Mendemisionerkan Ketua BEM FBS UNY
  5. Mendengarkan dan Mengesahkan LPT DPM FBS UNY

f.Mendemisionerkan ketua DPM FBS UNY

  1. Membahas dan menetapkan AD, ART, dan GBHO FOM FBS UNY
  2. Menetapkan ketua DPM dan BEM FBS UNY

i. Menetapkan DPF FBS UNY

  1. Peserta Sidang Umum adalah

1)      Peserta sidang penuh: anggota DPM FBS UNY dan Ketua dan atau representasi dari masing-masing ORMAWA (selain DPM) di FBS UNY berjumlah 2 orang. Masing-masing ORMAWA hanya memiliki satu hak suara.

2)      Peserta sidang tidak penuh adalah pengurus ORMAWA dan seluruh mahasiswa FBS UNY yang hadir dalam Sidang Umum

3)      Peninjau, yaitu tamu undangan, pihak birokrasi atau mahasiswa di luar FBS

  1. Hak Peserta Sidang Umum

1)      Peserta penuh memiliki hak bicara dan hak suara

2)      Peserta tidak penuh memiliki hak bicara

3)      Peninjau memiliki hak bicara bila mendapatkan persetujuan forum

4. Sidang dapat berlangsung jika telah memenuhi kuorum yaitu setengah tambah satu dari jumlah peserta penuh

Pasal 14

Sidang Tengah Periode

  1. Sidang Tengah Periode merupakan sidang yang diselenggarakan oleh FOM FBS UNY pada setengah masa kepengurusan untuk mendengarkan dan mengevaluasi kinerja BEM FBS UNY,  LPT DPM FBS UNY, dan Hima selama setengah masa kepengurusan
    1. Peserta Sidang Tengah Periode adalah

4)      Peserta sidang penuh: anggota DPM FBS UNY dan Ketua dan atau representasi dari masing-masing ORMAWA (selain DPM) di FBS UNY berjumlah 2 orang. Masing-masing ORMAWA hanya memiliki satu hak suara.

5)      Peserta sidang tidak penuh adalah pengurus ORMAWA dan seluruh mahasiswa FBS UNY yang hadir dalam Sidang Tengah Periode

6)      Peninjau, yaitu tamu undangan, pihak birokrasi atau mahasiswa di luar FBS

  1. Hak Peserta Sidang Tengah Periode

4)      Peserta penuh memiliki hak bicara dan hak suara

5)      Peserta tidak penuh memiliki hak bicara

6)      Peninjau memiliki hak bicara bila mendapatkan persetujuan forum

4. Sidang dapat berlangsung jika telah memenuhi kuorum yaitu setengah tambah satu dari jumlah peserta penuh

Pasal 15

Sidang Istimewa

Sidang Istimewa merupakan sidang yang diselenggarakan oleh FOM FBS UNY karena kondisi darurat

  1. Peserta Sidang Umum adalah

7)      Peserta sidang penuh: anggota DPM FBS UNY dan Ketua dan atau representasi dari masing-masing ORMAWA (selain DPM) di FBS UNY berjumlah 2 orang. Masing-masing ORMAWA hanya memiliki satu hak suara.

8)      Peserta sidang tidak penuh adalah pengurus ORMAWA dan seluruh mahasiswa FBS UNY yang hadir dalam Sidang Umum

  1. Hak Peserta Sidang Umum

7)      Peserta penuh memiliki hak bicara dan hak suara

8)      Peserta tidak penuh memiliki hak bicara

4. Sidang dapat berlangsung jika telah memenuhi kuorum yaitu setengah tambah satu dari jumlah peserta penuh

BAB VII

ATURAN TAMBAHAN

Pasal 16

Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar dan atau Anggaran Rumah Tangga akan diatur dalam peraturan-peraturan tersendiri oleh FOM FBS UNY, sebatas tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga FOM FBS UNY

BAB VIII

PENUTUP

Pasal 17

  1. Jika dikemudian hari terdapat kekeliruan, maka kekeliruan tersebut akan diperbaiki dan selanjutnya ditetapkan kembali dalam Sidang Istimewa FOM FBS UNY.
    1. Anggaran Rumah Tangga (ART) FOM FBS UNY berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di  :   IKM 206, FBS Barat UNY

Hari, Tanggal  :   Minggu, 11 April 2010

Pukul               :   20.48 wib

Pimpinan Sidang Tetap,
Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris,
Tri Aji Budi Harto Yusnida Nur Aziza Siti Marlina
NIM 08205241037 NIM 08201241035 NIM 08205244052
Posted in ART FOM FBS 2010 | Leave a comment

AD FOM FBS 2010


ANGGARAN DASAR (AD)

FORUM ORGANISASI MAHASISWA

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2010

PEMBUKAAN

Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) merupakan pijakan dasar dalam menjalankan fungsi-fungsi organisasi.

Atas dasar inilah, seluruh organisasi mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta membuat Anggaran Dasar sebagai berikut :

BAB I

NAMA DAN KEDUDUKAN

Pasal 1

Nama

Forum ini bernama Forum Organisasi Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta yang selanjutnya disingkat dengan FOM FBS UNY

Pasal 2

Kedudukan

FOM FBS UNY berkedudukan di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta

BAB II

ASAS, STATUS, SIFAT

Pasal 3

Asas

FOM FBS UNY berasaskan kekeluargaan dengan berdasarkan Pancasila

Pasal 4

Status

FOM FBS UNY merupakan forum tertinggi dalam organisasi mahasiswa FBS UNY dan memiliki hubungan koordinatif dengan REMA UNY

Pasal 5

Sifat

FOM FBS UNY merupakan forum yang bersifat independen di FBS UNY

BAB III
TUJUAN DAN FUNGSI

Pasal 6

Tujuan

FOM FBS UNY bertujuan mempererat hubungan yang sinergis, harmonis dan kondusif

dalam organisasi mahasiswa di FBS UNY

Pasal 7

Fungsi

FOM FBS UNY berfungsi mendorong, mengembangkan dan mengevaluasi seluruh kegiatan organisasi mahasiswa di FBS UNY

BAB IV

ANGGOTA

Pasal 8

  1. Anggota FOM FBS UNY adalah seluruh mahasiswa FBS UNY yang terwakili oleh organisasi-organisasi mahasiswa di FBS UNY
  2. Ketentuan-ketentuan mengenai organisasi-organisasi tersebut diatur dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) FOM FBS UNY

BAB V

KOMPONEN FOM FBS UNY

Pasal 9

Komponen FOM FBS UNY terdiri atas Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPMF), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF), Himpunan Mahasiswa Jurusan dan atau Prodi (HIMA), dan Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF), serta diketuai oleh ketua DPM FBS UNY

BAB VI

PERSIDANGAN

Pasal 10

  1. Sidang FOM FBS UNY terdiri atas Sidang Umum, Sidang Tengah Periode, dan Sidang Istimewa
  2. Ketentuan-ketentuan mengenai jenis dan fungsi sidang diatur dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) FOM FBS UNY

BAB VII

KEUANGAN

Pasal 11

Keuangan FOM FBS UNY bersumber dari dana kemahasiswaan Fakultas Bahasa dan Seni UNY dan sumber-sumber lain yang sah sesuai ketentuan yang berlaku

BAB VIII

PENGUBAHAN DAN ATAU PEMBUBARAN FOM FBS UNY

Pasal 12

Pengubahan dan atau pembubaran FOM FBS UNY hanya dapat dilakukan dalam Sidang Umum atau Sidang Istimewa FOM FBS UNY

BAB IX

PENGUBAHAN DAN ATAU PENCABUTAN AD DAN ART FOM FBS UNY

Pasal 13

Pengubahan dan atau pencabutan AD dan ART FOM FBS UNY hanya dapat dilakukan dalam Sidang Umum atau Sidang Istimewa FOM FBS UNY

BAB X

ATURAN TAMBAHAN

Pasal 14

Hal-hal yang belum diatur dalam anggaran dasar ini akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan atau peraturan-peraturan tersendiri sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar FOM FBS UNY.

BAB XI

PENUTUP

Pasal 15

  1. Jika dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam Anggaran Dasar (AD) FOM FBS UNY maka kekeliruan tersebut akan diperbaiki dan selanjutnya ditetapkan kembali dalam Sidang Istimewa FOM FBS UNY.
    1. Anggaran Dasar (AD) FOM FBS UNY ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : IKM 206 FBS Barat UNY

Hari, tanggal : Minggu, 11 April 2010

Pukul : 15.14 wib

Pimpinan Sidang Tetap,
Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris,
Tri Aji Budi Harto Yusnida Nur Aziza Siti Marlina
NIM 08205241037 NIM 08201241035 NIM 08205244052

Posted in AD FOM FBS 2010, BEM FBS | Leave a comment

VISI MISI

Visi

Terwujudnya BEM FBS UNY sebagai organisasi kokoh yang Religius, Profesional, Produktif, dan Komunikatif.

Misi

Religius : Menanamkan nilai – nilai luhur religius dalam seluruh aspek mahasiswa FBS.

Profesional: Membangun budaya organisasi yang tertib dan sesuai dengan ranah kerja masing – masing.

Produktif: Memberikan wahana demi peningkatan kualitas dan kuantitas karya mahasiswa FBS UNY dalam berbahasa dan berkesenian.

Komunikatif: Menjadi penghubung informasi antara mahasiswa, ormawa dan dekanat.

STRUKTUR ORGANISASI

  1. 1. Ketua

  1. 2. Wakil Ketua
  2. 3. Sekretaris
  3. 4. Bendahara
  4. 5. Departemen PSDM
  5. 6. Departemen Kesejahteraan Publik
  6. 7. Depatemen Olahraga, Seni, dan Budaya
  7. 8. Departemen INFOKOMJAR

BEM FBS 2010 Kabinet Oke Kencana!!!

Posted in BEM FBS | Leave a comment

NO. NAMA PROKER URAIAN TARGET WAKTU
1. Pengadaan dan Update Email, FB, Grup FB Resmi BEM

Program ini bertujuan untuk mengenalkan BEM FBS kepada masyarakat FBS sendiri maupun kepada masyarakat di luar FBS Setiap kegiatan mulai dari awal kepengurusan dapat diupload di dunia maya Mei 2010
2. Pembuatan Database Jaringan

Program ini diadakan untuk mempermudah pencarian jaringan-jaringan yang ada Seluruh jaringan yang ada dapat dikumpulkan di dalam sebuah database sehingga setiap pengurus yang membutuhkan mudah dalam pencariannya Mei 2010
3. Reaktivasi Website dan Blog BEM FBS

Program ini bertujuan untuk mengenalkan BEM FBS kepada masyarakat FBS sendiri maupun kepada masyarakat di luar FBS Setiap kegiatan mulai dari awal kepengurusan dapat diupload di dunia maya Selama masa pengabdian
4. Buletin Eksis

Buletin Eksis merupakan Buletin BEM FBS yang mengupas tentang hal-hal mengenai OSPEK Buletin EKSIS dapat diterbitkan ketika OSPEK berlangsung

(500 eksemplar)

Agustus 2010
5. Eksis Up-date

Eksis Update merupakan kelanjutan dari Buletin Eksis yang diterbitkan setiap bulan mulai September-Desember yang memuat tentang berita-berita yang ada di FBS Eksis Update dapat terbit 4 kali masing-masing terdiri dari 4 halaman

(500 eksemplar)

September-Desember 2010
6. Koran Tempel Koran Tempel merupakan pusat informasi dari kegiatan-kegiatan yang telah dan akan dilalui oleh BEM FBS serta pusat informasi berbagai macam informasi mengenai FBS Koran Tempel dapat terbit 4 kali (Mei-Agustus) berukuran A3

(100 eksemplar)

Mei-Agustus 2010
7. Kunjungan Media Kunjungan media ini dilaksanakan ke Jogja TV atau KR dengan tujuan untuk menambah pengetahuan para pencari informasi di FBS mengenai hal-hal yang berkaitan dengan media Masing-masing ORMAWA dapat mengirimkan perwakilan dari divisi media untuk mengikuti acara ini Juni 2010
8. Pertemuan Koordinasi Media FBS UNY

Kegiatan ini merupakan wahana bagi seluruh Media se-ORMAWA FBS untuk saling bertukar pendapat dan berbagi tentang apa saja yang kiranya baik untuk kemajuan Departemen Media di masing-masing ORMAWA Seluruh media yang ada di FBS Satu bulan sekali
9. Lomba Feature dalam Rangka Open House BEM

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian di dalam Open House BEM FBS 2010 Mahasiswa FBS dapat mengikuti acara ini Mei 2010
10. Lomba Poster dan Fotografi Mahasiswa

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian di dalam DIES NATALIS FBS 2010 Mahasiswa di UNY maupun di luar UNY Oktober-November 2010
Posted in Informasi Komunikasi dan Jaringan, PROKER | Leave a comment